Dampak Covid

Dampak Covid

Berdasarkan studi-studi yang telah dilakukan, MIS-C muncul sebagai hasil respons sistem imun terhadap virus corona. Walaupun jarang, beberapa anak pun mungkin bisa menderita dampak kesehatan akibat Covid-19 yang lebih serius. Kesehatan fisik anak, baik melalui pemenuhan gizi anak dan imunisasi dasar, serta kesehatan mental anak merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru masa pandemi Covid-19. Kesehatan fisik anak, baik melalui pemenuhan gizi anak dan imunisasi dasar, serta kesehatan psychological anak merupakan hal yang perlu diperhatikan menghadapi adaptasi kebiasaan baru masa pandemi. Termasuk, mendukung anak menghadapi kesulitan sekolah daring dengan menciptakan lingkungan yang suportif di rumah, mendengar keluh kesah anak, memastikan anak mengkonsumsi gizi seimbang, baik anak di kota maupun desa.

Dampak covid bagi anak-anak

Dinas Pendidikan menemukan adanya perbedaan akses dan kualitas selama Pembelajaran Jarak Jauh. “Tidak hanya kualitas dan akses, jenjang pendidikan juga punya permasalahan-permasalahan yang spesifik,” ujar Nahdia. “Virus menyebar di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan orang lain,” katanya. Asupan buah dan sayur harus diperbanyak pada masa pandemi karena mengandung banyak vitamin yang berpengaruh untuk meningkatkan imunitas tubuh. Nosak mengatakan, beberapa anak mungkin belum cukup umur untuk sepenuhnya memahami gawatnya situasi. Tapi, sebagian besar anak akan menerima situasi saat ini sebagai ‘new regular’ selama berbulan-bulan mendatang.

Tidak hanya itu, PKSAI pun melakukan berbagai upaya untuk menangani anak yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan melakukan advokasi dan memberikan leisure package agar tetap bisa mengembangkan diri saat karantina. Sejak pandemi Covid-19 melanda tanah air empat bulan terakhir, pola hidup berubah. Perbaikan KAK ACF yakni perkembangan dalam hak kelangsungan hidup, hak pembangunan, hak perlindungan dan hak keikutsertaan. ACF hadir untuk hak hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan, tidak mendiskriminasi, menghormati pandangan anak, dan kepentingan terbaik anak didasarkan pada One Vision, One Identity and One Community. Akibat rutinitas anak terganggu akibat COVID-19 bisa menyebabkan berbagai permasalahan, seperti kesulitan mengerjakan tugas, terlalu banyak atau terlalu sedikit makan, sulit tidur, serta tidak nafsu makan. Sikap tegas bisa dilakukan seperti dengan membekali anak dengan gadget lawas yang tidak bisa mengakses web, dan meng-uninstallaplikasi dan games yang membuat anak menjadi ketergantungan gadget.

Suherni menyebut untuk mengantisipasi masalah ini, dirinya memperbolehkan siswa ke rumah. Dengan adanya wabah Covid-19, Save The Children Indonesia melakukan berbagai kegiatan untuk memastikan anak-anak usia dini tetap belajar dari rumah. Mulai dengan mensosialisasikan dan mendukung kampanye pemerintah untuk selalu menggunakan masker dan sering mencuci tangan, menyediakan ribuan masker dan paket kesehatan untuk para guru dan murid, hingga kampanye Belajar Di Rumah . Program BDR ini didukung dengan menyediakan ribuan bahan dan peralatan belajar, mulai dari buku bacaan, buku cerita, alat tulis dan menggambar.

“Itu masih sama. Ada investigasi mendetail yang sedang dilakukan, dan kami akan memberitahu Anda jika ada yang berubah terkait itu. Tapi virus Corona selama ini cenderung menular dari orang-orang yang berhubungan dekat satu sama lain,” tambahnya. Seorang pakar dari New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group yang menemukan varian baru Corona di Inggris, mengklaim jenis ini menjadi dominan di sana dan rentan menginfeksi anak-anak. Sementara terkait dengan nutrisi anak, Nutrition Specialist UNICEF, Sri Sukotjo menjelaskan bahwa sebelum pandemi standing gizi balita di Indonesia memang belum optimal. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-Anak menilai situasi saat ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kesejahteraan dan masa depan anak-anak di Indonesia.

Di samping masalah yang biasa dihadapi remaja, seperti pubertas, putus cinta, atau perselisihan keluarga, lockdown menjadi tema utama, baik untuk anak-anak maupun bagi orang tua mereka. “Minggu ini ada penelepon yang mengatakan dia iri pada situasi Austria, karena di sana sudah ada pelonggaran slot no kecot dan orang bisa keluar.” Sejak empat puluh tahun di Jerman sudah ada jalur telepon bantuan untuk anak-anak dan remaja. Mereka bisa menelepon sewaktu-waktu untuk membicarakan masalahnya, ketika sedang jatuh cinta, menghadapi kesulitan di sekolah, atau saat bertengkar dengan orang tua mereka.

Comments are closed.