Ini Hal Yang Bisa Dilakukan Untuk Membantu Mencegah Krisis Global

Ini Hal Yang Bisa Dilakukan Untuk Membantu Mencegah Krisis Global

PIKIRAN RAKYAT – Pandemi Covid-19 yang muncul sejak akhir 2019 hingga saat ini berpotensi menimbulkan krisis ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia. Krisis ekonomi global 2020 ini memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan krisis maupun krisis ekonomi 2008. Dalam kondisi saat ini, Eko Endarto mengatakan, Slot 2021 alokasi keuangan orang cenderung berubah. Hal tersebut disebabkan oleh gaya hidup dan prioritas yang berganti di masa pandemi ini. Jakarta, Beritasatu.com – Pandemi virus corona (Covid-19) yang berdampak pada meningkatnya risiko krisis kesehatan dan ekonomi harus disikapi masyarakat dengan bijak, termasuk dalam hal mengatur keuangan.

Pandemi Covid-19 mesti ditangani lebih baik agar tidak berulang kali muncul lonjakan kasus yang berdampak pada pembatasan kegiatan masyarakat. Namun percayalah, tidak mudah untuk tidak terjebak dalam kepanikan saat kita berada di situasi krisis. Menjelang atau selama masa krisis, kita akan mendengar banyak rumor ini itu, atau bahkan hoax.Nah,di saat menerima kabar yang belum jelas kebenarannya, kita sebaiknya tidak langsung bereaksi. Cek dan ricek terlebih dulu informasi yang kita terima, daripada kita menyesal belakangan. Selain itu, Anda pun dapat lebih fokus menyelesaikan masalah dengan menerima bantuan dari keluarga atau teman. Dana darurat adalah salah satu pos dana yang sangat penting untuk dimiliki.

Itu hanya dapat dilakukan dengan koordinasi yang cermat dan hati-hati. Kalau negara miskin dibiarkan tergantung pada bantuan bilateral, maka beberapa negara menerima lebih banyak dari yang dibutuhkan dan negara lainnya menjadi tidak kebagian. Dunia pada hakikatnya membutuhkan mekanisme yang lebih baik untuk mengatasi utang publik yang tidak layak dari negara berkembang. Selama terjadi krisis terdapat usulan untuk membekukan pembayaran cicilan utang dan bunga melalui fasilitas IMF. Langkah tersebut sangat diperlukan oleh negara berkembang untuk menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk membatasi penyebaran virus corona dan mencegah bencana kemanusiaan yang lebih dalam. Tetapi koordinasi yang erat dan efektif untuk membantu sistem kesehatan publik yang rapuh juga sangat diperlukan saat ini.

Dengan demikian, Pancasila menjadi ruh dan spirit yang menjiwai pembangunan hukum nasional. Indonesia adalah negara yang menganut paham negara hukum trendy yang relijius . Oleh karenanya pemerintah mempunyai tugas membangun kesejahteraan umum dalam berbagai lapangan dengan konsekuensi pemberian kemerdekaan kepada penyelenggara negara dalam menjalankannya. Hukum sendiri harus tegas mengatur bahwa kesetaraan hak-hak dan kewajiban-kewajiban masyarakat dikawal oleh Undang-undang, dan diatur dalam ketentuan-ketentuan rinci dengan sanksi-sanksi. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan atas dasar golongan, kedudukan politis, agama, etnis, warna kulit, atau strata masyarakat.

Mengatasi krisis keuangan

Walaupun biaya ekonomi dari langkah-langkah fase pertama ini sangat mengerikan, mereka memilih langkah tersebut daripada membiarkan penyebaran virus corona kian tak terkendali. Program-program jangka pendek untuk mengatasi dampak krisis ekonomi di Indonesia diakui membawa perbaikan yang cukup berarti, meskipun terkesan kurang konseptual. Arah kebijakan yang selama ini dinilai lebih berbau politis disarankan diganti dengan program yang lebih bersifat populis. Beberapa kebijakan populis yang dikemukakan disini antara lain meliputi pemanfaatan dan pengelolaan lahan tidur dengan menggunakan para pengangguran baru, pemberdayaan koperasi, pelayanan jasa umum, dan sebagainya. Kebijakan tingkat suku bunga diskonto adalah tindakan Bank Sentral dengan mengubah tingkat suku bunga diskonto yang harus dibayar oleh financial institution umum atas dana pinjaman dari Bank Sentral. Kenaikan suku bunga diskonto akan menyebabkan naik suku bunga kredit kepada masyarakat.

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Sejarah, sehingga menggunakan metode penelitian sejarah. Dalam menghadapi krisis ekonomi akibat pandemi, setiap orang khususnya orangtua yang sudah memiliki anak harus lebih cerdas dalam mengelola keuangan. Selain untuk mempertahankan kemampuan finansial sampai pandemi berakhir, mengelola keuangan dengan baik juga bermanfaat untuk masa depan buah hati. Jika krisis keuangan bisnis Anda disebabkan oleh faktor eksternal seperti pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini misalnya, maka perlu dipahami bahwa masalah keuangan bisnis Anda mungkin akan membaik setelah pandemi berakhir. Dan, jika Anda pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah , maka Anda dapat meminta bantuan dari pemerintah melalui program kredit usaha rakyat . Semua organisasi sedang melakukan perubahan agar dapat bertahan dari krisis ekonomi yang bersumber dari pandemi Covid-19.

Supaya bisa memahami apa yang perlu dibenahi, Anda perlu mengevaluasi strategi penjualan. Tinjau bagaimana promosi-promosi yang akan Anda lakukan, apakah bisa mendapatkan keuntungan atau justru bakal rugi. Apakah promosi yang Anda lakukan memiliki kualitas prospek yang bagus atau tidak. Sesuaikan dengan keterampilan yang Anda punya, misalnya menjahit dan membuat masker kain atau memasak dan menjual makanan. Pinjaman pribadi sangat baik untuk dipertimbangkan, jika Anda akan menggunakannya untuk mendukung berjalannya bisnis. Saat hal ini terjadi, itu artinya ada hal yang perlu diperbaiki agar tidak terjebak dalam kondisi yang demikian.

Betapapun arah pembangunan hukum bertitik tolak pada garis-garis besar gagasan dalam UUD NRI Tahun 1945, dibutuhkan penyelarasan dengan tingkat perkembangan masyarakat yang dimimpikan akan tercipta pada masa depan. Pembangunan hukum tidak identik dan tidak boleh diidentikan dengan pembangunan undang-undang atau peraturan perundangan menurut istilah yang lazim digunakan di Indonesia. Membentuk undang-undang sebanyak-banyaknya, tidak berarti sama dengan membentuk hukum. Padahal tatanan sosial, ekonomi budaya, dan politik bukan tatanan normatif semata. Karena itulah maka diperlukan ruh tertentu agar tatanan tersebut memiliki kapasitas. Pembelajaran daring di masa pandemik yang berpotensi meningkatkan angka kekerasan dalam rumah tangga, eksploitasi anak, dan kawin anak, Sely menilai akar permasalahan utama adalah krisis ekonomi yang diakibatkan pandemi Covid-19.

Comments are closed.