Bekerja Sembari Mengasuh Anak? Bisa!

Bekerja Sembari Mengasuh Anak? Bisa!

Solopos.com, BOYOLALI — Bekerja bisa dilakukan tanpa meninggalkan kewajiban mengurus dan memantau pertumbuhan anak. Mompreneur menjalankan bisnis di rumah tanpa meninggalkan tugas sebagai ibu rumah tangga. Pada kenyataannya seorang perempuan dapat berkarir dengan baik tidak terlepas dari dukungan suami dan pengertian anak-anaknya. Dukungan ini dalam bentuk dukungan moril dan materil serta dukungan tenaga dalam membantu pekerjaan rumah.

Sayangnya, seperti komik yang biasa terdapat di sana, tidak ada versi bahasa Inggris atau bahasa Indonesia resmi. Komik Yongbi tampil seperti manga dan sempat terbit di Lezhin . Untuk membacanya mungkin kamu harus berburu ke situs manga scanlation.

Usaha tersebut bisa dikerjakan sambil mengasuh anak atau mengurus rumah. Tujuannya utamanya ialah tetap mendapatkan penghasilan semabri fokus utama pada keluarga tidak terganggu. Pengelola ladang Toha mengatakan, Elis bekerja di Ladang supaya mendapatkan pekerjaan.

Bekerja sambil mengasuh

Enaknya lagi, Anda tidak perlu pergi kemana-mana untuk menyelesaikan pekerjaan Anda tersebut. Anda dapat menjual paket data internet ini melalui ponsel dan membuka semacam counter di halaman depan rumah. Paket data web yang harganya relatif lebih murah dari apa yang ditawarkan oleh provider kini banyak dicari orang. Inilah hal yang mau tak mau harus dilakukan tiap orang dewasa, baik pria maupun perempuan. Selain sebagai cara untuk memelihara hubungan keluarga yang dinamis, hal tersebut juga memungkinkan semua anggota keluarga berkomunikasi satu sama lain. Jika Anda tidak bisa menghadiri acara sekolah anak Anda yang sudah agak besar, buatlah sesuatu yang spesial untuk mereka pada pagi hari contohnya dengan menyiapkan bekal dan catatan penyemangat.

Disatu sisi orang tua bertanggung jawab dalam mengasuh anak yang masih kecil, dan disisi lain menghadapi desakan ekonomi keluarga sehingga mengharuskan mereka bekerja di luar rumah. Kebutuhan ekonomi keluarga yang terus meningkat menuntut bukan hanya ayah sebagai kepala keluarga yang mencari nafkah, namun Ibu terkadang harus bekerja diluar rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hal ini berdampak bagi pengasuhan anak, dimana orang tua yang mempunyai anak usia pra sekolah atau 0-6 tahun mau tidak mau menyerahkan pengasuhan anaknya kepada orang lain. Menjadi ibu yang bekerja dengan toddler dan child mengajarkan saya banyak hal. Apalagi saya memutuskan tidak menggunaan jasa ART untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga maupun untuk mengasuh anak-anak.

Dulu baju untuk tidur harus disetrika, sekarang yang penting baju ke kantor dan baju anak-anak yang harus disetrika. Selebihnya biarkan sajalah hehehe, kalau sempat disetrika, kalau nggak sempat di-laundry setrika, atau biarkan saja menumpuk. Saya harus isi diri saya dengan banyak tenaga dan banyak tabungan ‘happy’ agar bisa mengurus kebutuhan keluarga dengan keadaan selalu pleased. Luangkan waktu untuk diri Anda beberapa jam setiap hari untuk keluar dan bekeliling, berjalan-jalan atau menghadiri kegiatan yang direncanakan seperti aktivitas bermain kelompok atau berenang. Yang terpenting, gunakan waktu itu untuk cuci mata atau melihat orang lain.

Comments are closed.