Jubir Pemerintah Beberkan Penggunaan Kandungan Babi Dalam Proses Produksi Vaksin Astrazeneca

Jubir Pemerintah Beberkan Penggunaan Kandungan Babi Dalam Proses Produksi Vaksin Astrazeneca

Perusahaan Bio-farmasi Moderna dari AS menyusul umumkan sukses dengan vaksin yang diberi nama mRNA-1273 dengan efektifitas ninety four,5%. Sama dengan BioNTech, vaksin dikembangkan dengan teknologi teranyar berbasis mRNA virus. Keunggulan vaksin Moderna adalah hanya perlu pendinginan minus 30° C dan tahan seminggu dalam lemari pendingin biasa. versi yang dilemahkan dari virus flu biasa yang menyebabkan infeksi pada simpanse dan mengandung materi genetik dari protein spike virus SARS-CoV-2. Bahan-bahan yang digunakan dalam penginfeksian dengan virus seed adalah BalanCD HEK293 medium (FUJIFILM Irvine Scientific, Ind; Santa Ana, CA), yang merupakan zat kimia dan bebas dari komponen hewani.

“Tripsin digunakan untuk melepas sel inang oleh supplier sebelum dibeli oleh Oxford-AstraZeneca, dan tidak bersinggungan langsung dengan vaksin,” imbuhnya. “Dalam tahapan produksi yang dilakukan oleh Oxford-AstraZeneca tidak digunakan bahan yang merupakan turunan babi,” kata Anita. Dalam proses ini, tahap pertama yang dilakukan adalah propagasi working cell financial institution secara bertingkat. Dilanjutkan dengan produksi bioreaktor melalui penginfeksian dengan virus seed.

“Berikutnya, pemerintah harus menjamin keamanan vaksin yang digunakan. Pemerintah tidak boleh melakukan vaksinasi dengan vaksin yang berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten. serta terpercaya menimbulkan dampak yang membahayakan. MUI juga menyatakan umat Islam di Indonesia untuk wajib mengikuti program vaksinasi pemerintah agar bangsa Indonesia, semua segera keluar dari pandemi. Kedua, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan terpercaya tentang adanya bahaya atau resiko fatal jika tidak segera dilakukan vaksinasi Covid-19. JAKARTA, iNews.id – Produsen vaksin AstraZeneca menepis pembuatan vaksin Covid-19-nya menggunakan bahan dari babi atau hewan lain. Namun, sebagaimana dilansir dari Kantor Berita Reuters, Minggu, 21 Maret 2021, MUI tetap menyetujui penggunaan vaksin AstraZeneca karena dalam situasi darurat pandemi.

Perlu diketahui, tripsin adalah bahan yang dihasilkan dari organ pankreas babi. Tripsin merupakan enzim atau protein yang digunakan untuk mempercepat reaksi biokimia tertentu. Korea Selatan sendiri sudah memiliki kesepakatan untuk memproduksi vaksin virus secara lokal yang dikembangkan oleh AstraZeneca, Novavax, dan Sputnik V. Rusia. Wakil Menteri Kesehatan Kang Do-tae menyebut, Korea Selatan akan menjadi salah satu foundation produksi vaksin global. Pembentukan kemitraan vaksin antara Korsel dengan AS adalah untuk membangun foundation produksi massal vaksin di dalam negeri dengan menggabungkan teknologi canggih AS dengan kemampuan produksi Korsel.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia sendiri mendesak dunia agar tetap menggunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Meskipun ditetapkan haram melalui Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2021, Komisi Fatwa MUI menyatakan vaksin asal Inggris ini tetap boleh digunakan atas dasar ushul fikih Ad-Dharuratu Tubihul Mahdhurat. Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Dalam pemaparannya, Anita menjelaskan bahwa Thermo Fisher mencuci sel tersebut, disentrifugal dengan medium cair untuk menghilangkan tripsin kemudian kembali ditambahkan medium cair sehingga sel berada dalam larutan suspensi. Anita menyebut tripsin hanya digunakan untuk mengangkat sel dari wadahnya dan sel tidak bisa bercampur dengan tripsin dalam waktu yang lama. Kalau sel ini kena tripsin, dia akan mengambang di medianya sehingga bisa dipindahkan,” kata Anita dalam sebuah webinar baru-baru ini.

Namun, santer terdengar bahwa vaksin buatan Oxford University di Inggris ini mengandung tripsin babi di dalamnya. Nadia menambahkan, kebutuhan memberikan vaksinasi untuk 181 juta orang pasti tidak mungkin bisa dipenuhi satu produsen vaksin. Ditambah persaingan dari negara-negara lain yang juga berebut mendapatkan jatah dosis vaksin untuk rakyatnya masing-masing. Pemerintah Indonesia diketahui telah menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin Astrazeneca batch CTMAV547. Langkah ini dilakukan menyusul adanya dua orang meninggal setelah menerima suntikan vaksin Astrazeneca. Peristiwa ini sedang diinvestigasi untuk memastikan dugaan keterkaitan antara vaksinasi dan kematian.

Vaksin Astrazeneca babi

Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan vaksin AstraZeneca dapat langsung digunakan karena tidak mengandung bahan dari hewan apapun. Menko Muhadjir menegaskan vaksin ini dapat dipertanggungjawabkan dari sisi medis maupun agama. BPOM juga telah melakukan pembahasan bersama Komnas Penilai Obat terkait proses vaksinasi AstraZeneca. Ia mengungkapkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan bahwa manfaat pada pemberian vaksin dapat merangsang pembentukan antibody baik pada usia dewasa maupun lansia.

“Berdasarkan kaidah hukum Islam dalam keadaan darurat yang tidak halal itu boleh digunakan. Maka penggunaan vaksin Covid-19 produk AstraZeneca hukumnya mubah atau boleh digunakan untuk program vaksinasi,” ucap dia. Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyatakan AstraZeneca aman dan halal di tengah isu penggunaan enzim tripsin dari babi dalam proses produksinya. “Produk vaksin produksi AstraZeneca ini hukumnya “Haram” karena dalam tahap proses produksinya, memanfaatkan tripsin yang berasal dari babi,” tegasnya. Pasuruan (WartaBromo.com) – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia menyatakan vaksin AstraZeneca yang bakal digunakan untuk program vaksinasi Covid-19 pemerintah haram. Menanggapi itu, Majelis Ulama Indonesia menegaskan penggunaan vaksin AstraZeneca tetap diperbolehkan sekalipun komisi fatwa MUI menyatakan vaksin ini haram karena mengandung babi.

AstraZeneca membeli sel HEK 293 sebagai sel inang dari adenovirus dari Thermo Fisher. Sel ini menempel di wadah plat dan untuk melepaskannya menggunakan enzim tripsin. Ada keterangan dari ahli yang kompeten atau terpercaya tentang adanya bahaya atau risiko deadly jika tidak segera dilakukan vaksinasi COVID-19. “Jadi dengan hukum ini para netizen tidak perilaku ragu, sama saja antara pakai Sinovac dan AstraZeneca sama-sama baik semuanya, sama-sama bermanfaat dan ini boleh digunakan dan disuntikkan pada umat Islam untuk program vaksinasi,” katanya. Direktur LPPOM MUI Muti Arintawari memaparkan, MUI melakukan dua langkah kajian yaitu kajian dossier dan kajian publikasi ilmiah. Dossier merupakan dokumen yang berisi bahan lengkap terkait Vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca.

Comments are closed.