Pemerintah Belum Tetapkan Harga Vaksin Mandiri

Pemerintah Belum Tetapkan Harga Vaksin Mandiri

Vaksin mandiri ini, masyarakat harus membayar sesuai dengan harga vaksin yang telah ditentukan oleh pemerintah. Selain biaya vaksin COVID mandiri yang perlu diketahui, terkait jadwal dimulainya vaksin juga akan dibahas. Tepat hari ini (18/5), vaksin COVID mandiri melalui program vaksinasi gotong royong mulai dilakukan. Total vaksin yang dipesan Bio Farma untuk program vaksinasi mandiri swasta ini mencapai 20,2 juta, terdiri atas 15 juta dosis dari Sinopharm dan 5,2 juta dosis dari Moderna. Rosan mengatakan, program vaksinasi mandiri dapat berjalan beriringan dengan program vaksinasi pemerintah. Ia memastikan program vaksinasi mandiri tidak akan mengganggu jalannya program vaksinasi pemerintah di fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah ditunjuk saat ini.

Di mana pemerintah wajib mengambil tanggung jawab penuh atas kesehatan masyarakat. Shinta menjelaskan, bagi kalangan perusahaan yang tidak mempunyai kemampuan untuk membeli vaksin, sebaiknya menunggu vaksin free of charge yang akan bergulir. Vaksin Gotong Royong memang menyasar perusahaan besar dan kecil yang mampu. Dia menyebut, pemulihan ekonomi banyak tergantung dari pengendalian Covid-19, di mana hal itu membutuhkan vaksinasi.

Harga vaksin mandiri

Shinta menambahkan bahwa vaksinasi gotong royong yang dilakukan Kadin ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk membantu pemerintah. Tak hanya untuk percepatan herd immunity, tetapi juga membantu anggaran pemerintah. Ditanya soal harga vaksin, Shinta menjawab, itu semua ditentukan oleh Kemenkes dan Kadin tidak bisa ikut campur tangan dari segi harga. Diakui Shinta, banyaknya perusahaan yang berminat untuk berpartisipasi walaupun bersifat sukarela, karena mereka sudah mengeluarkan biaya besar untuk berbagai kebutuhan tes Covid-19 bagi karyawannya. Menurut Shinta, Kadin menyadari posisi Bio Farma yang tidak mudah untuk mendapatkan vaksin, di tengah banyak sekali negara lain yang juga membutuhkan vaksin. “Pada prinsipnya, saat ini kami hanya bisa menunggu dan berharap vaksin gotong royong bisa berjalan pada Mei,” tutur dia.

Darmawan menuliskan, harga sejumlah vaksin yang tertera di infografis tersebut akan mulai berlaku beberapa bulan ke depan. Sinopharm merupakan vaksin yang didapat dari Cina National Pharmaceutical Corporation. Jumat lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan juga telah mengeluarkan emergency use of authorization atau izin edar penggunaan dalam kondisi darurat dari vaksin tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi gotong royong akan mengacu pada daftar perusahaan yang sudah mengajukan diri melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Alasan Industri padat karya jadi prioritas pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi gotong royong. Namun, tujuan vaksinasi gotong royong untuk kesehatan pekerja dan meningkatkan produktivitas pekerja tidak akan tercapai.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia NTB Ni Ketut Wolini mengatakan, sejauh ini para pengusaha yang tergabung di Apindo masih menunggu vaksin dari pemerintah. Kalau untuk membayar dengan vaksin gotong royong masih banyak pengusaha belum mampu. Menurut Siti, vaksinasi gotong royong tidak akan menggunakan vaksin yang sudah lebih dulu dibeli pemerintah, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Novovac, dan Pfizer. “Pengaturan harga rapid take a look at, PCR test, swab check dan vaksin itu harus ditetapkan pemerintah dengan berdasarkan nilai keekonomian dan kemampuan masyarakat sesuai standar yang sudah ditentukan,” tuturnya. Koordinator Komisi Penelitian dan Pengembangan BPKN Anna Maria Tri Anggraini mengatakan, penetapan harga vaksin harus menyesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia .

Comments are closed.